Karya Ciptanya Dikomersilkan Ilegal, Gunawan Somasi Hiburan Karaoke di Sulut

ManadoAds, Entertain- Ini terbilang pertama kali terjadi. Salah satu pencipta lagu Manado Gunawan dan karyanya sangat tersohor diwilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan sekitarnya dengan salah satu lagu andalan “Arang Tampurung”, melakukan Somasi keseluruh tempat hiburan karaoke dikarenakan selama ini lagu-lagunya diputar secara bebas tanpa ada royalti pada pencipta lagu tersebut.

Somasi yang dilayangkan bukan tanpa bukti jelas, Gunawan didampingi tim pengacaranya Refly Pantow SH, CLA berani mengambil langkah itu karena selama penelusuran investigasi melalui pengumpulan bukti kuat Foto dan Video. Menemukan seluruh tempat karaoke menyediakan layanan lagu-lagu Gunawan dengan bebas dan dikomersilkan.

“Sebelum kami melakukan Somasi kesemua tempat karaoke di Sulut, kami telah mengumpulkan terlebih dahulu bukti-bukti kuat Foto dan Video mulai saat masuk tempat-tempat karaoke tersebut hingga saat pemutaran lagunya. Temuan yang kami dapatkan ternyata tempat karaoke di Sulut mengkomersilkan hasil ciptaan Gunawan, dan selama itu pula klien saya tidak pernah merasakan royalti sedikitpun,” terang pengacaranya kepada Manado Ads Rabu (31/05) lalu.

Surat Somasi itu telah dilayangkan ke sejumlah tempat hiburan sejak Rabu (31/05/2017) “kami telah melayangkan sejumlah surat Somasi kepada pengusaha tempat karaoke, sesuai undang-undang yang berlaku sebelum naik ke tahap pidana, kami memberikan peringatan/teguran atau masa mediasi selama 7 (tujuh) hari terhitung sejak dilayangkan surat tersebut, akan tetapi jika tidak diindahkan kami akan segera menaikkan ketingkat pidana,” tegas Pantouw.

Info yang dirangkum harian ini dikutip dari Undang-Undang nomor 28 tahun 2014, pelanggaran hak cipta dapat diganjar hukuman kurungan penjara selama 2-4 tahun dengan biaya ganti rugi sebesar Rp.300 juta hingga 1 miliar.

“Kami dapat info jika ada wadah yang memasukkan lagu-lagu tersebut tanpa sepengetahuan pencipta lagunya, sementara menurut klien saya (Gunawan, red) dia tidak pernah membuat kesepakatan kontrak kerja atau pelepasan hak cipta untuk dikomersilkan di wadah apapun. Apalagi dalam undang-undang suatu hak cipta itu tidak perlu didaftarkan atau dipatenkan judul lagu atau keadaan lagunya karena Hak cipta itu lahir secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata,” jelasnya.

Sementara Gunawan sangat menyayangkan persoalan ini terjadi “jalur hukum yang saya tempuh ini merupakan solusi dari persoalan yang saya alami selama bertahun-tahun, apalagi selama ciptaan saya mulai dikomersilkan ditempat hiburan, saya tidak pernah merasakan sedikitpun penghargaan terhadap hasil ciptaan saya, karena pencipta lagu daerah itu tidak ada bedanya dengan pencipta-pencipta lagu nasional” kesalnya.

Lewat Somasi tersebut Gunawan memberikan sinyal kuat kepada seluruh pencipta lagu-lagu daerah lainnya, agar mulai memberanikan diri memperjuangkan hak cipta mereka yang disalahgunakan oleh oknum-oknum untuk memperkaya diri sendiri dan dikomersilkan tanpa sepengetahuan penciptanya.(advent)

Related posts

Leave a Comment